

Jelajah Kuliner dan Coffee Shop di Sekitar Supersoccer Arena Kudus
KUDUS – Kawasan di sekitar Supersoccer Arena Kudus tidak lagi hanya dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai kejuaraan olahraga. Seiring semakin seringnya turnamen nasional digelar, deretan rumah makan dan coffee shop di sekitarnya ikut bertumbuh dan semakin ramai dikunjungi. Kehadiran ribuan atlet, pelatih, official, keluarga peserta, hingga penonton dari berbagai daerah menghadirkan pergerakan ekonomi yang terasa langsung bagi pelaku usaha di kawasan Rendeng.
Sepanjang Juli 2026, misalnya, suasana itu terlihat saat HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026 berlangsung pada 5–12 Juli, kemudian berlanjut dengan MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 pada 15–18 Juli. Ketika pertandingan usai, arus pengunjung tidak langsung berhenti di stadion. Banyak yang melanjutkan aktivitas dengan mencari tempat makan sebelum beristirahat atau berkumpul di coffee shop untuk menikmati waktu luang.
Pergerakan tersebut perlahan membentuk pola baru. Supersoccer Arena menjadi pusat aktivitas olahraga, sementara kawasan di sekitarnya berkembang sebagai ruang pendukung yang menyediakan kebutuhan atlet dan tamu selama berada di Kudus.
Kuliner Menjadi Tujuan Pertama Setelah Bertanding
Setiap penyelenggaraan kejuaraan di Supersoccer Arena tidak hanya menghadirkan aktivitas di dalam arena pertandingan. Di kawasan Rendeng, rumah makan, warung makan, hingga restoran menjadi bagian dari perjalanan atlet, pelatih, official, dan keluarga peserta selama berada di Kudus. Seusai berkompetisi maupun di sela-sela jadwal pertandingan, mereka memanfaatkan waktu untuk menikmati hidangan, memulihkan tenaga, sekaligus beristirahat sebelum kembali menjalani aktivitas berikutnya.
Salah satu yang merasakan pergerakan tersebut adalah OTI Fried Chicken Rendeng. Restoran yang berada di Jalan Mayor Kusmanto Nomor 20, Rendeng, Kecamatan Kota Kudus, itu beroperasi setiap hari pukul 10.00–21.00 WIB dan mengusung konsep casual yang ramah keluarga. Lokasinya yang tidak jauh dari Supersoccer Arena menjadikannya salah satu pilihan bagi atlet, official, maupun orang tua peserta selama penyelenggaraan berbagai kejuaraan olahraga.

Kepala Outlet OTI Fried Chicken Rendeng, Lina Hidayati, mengatakan jumlah pengunjung meningkat setiap kali Supersoccer Arena menjadi lokasi penyelenggaraan event olahraga.
“Sering ya, banyak pengunjung yang makan di sini. Atlet ataupun official sering makan di sini,” ujarnya.

Menurut Lina, menu berbahan dasar dada ayam menjadi pilihan yang paling banyak dipesan. Selain mudah dijangkau dari kawasan stadion, pilihan ayam krispi dengan beragam varian sambal dan saus menjadi menu yang banyak dipilih pengunjung setelah menjalani aktivitas pertandingan.

“Untuk menunya, dada ayam yang paling best seller di sini,” katanya.
Kedekatan lokasi menjadi salah satu alasan pengunjung memilih OTI.
“Ya karena dekat dengan lokasi event yang berlangsung,” tambahnya.
Selain menyediakan area makan yang luas, OTI Fried Chicken juga dilengkapi fasilitas bermain anak, musala, dan area parkir yang memadai. Fasilitas tersebut membuat restoran ini tidak hanya menjadi tempat makan bagi atlet, tetapi juga nyaman digunakan keluarga peserta yang datang bersama anak-anak maupun rombongan.
Menurut Lina, banyak tamu dari luar daerah yang baru pertama kali mengenal OTI Fried Chicken saat mengikuti kejuaraan di Kudus. Percakapan mengenai menu yang tersedia pun kerap menjadi awal perkenalan mereka dengan salah satu kuliner yang berkembang di kawasan Rendeng.
“Ya banyak pengunjung luar kota yang belum tahu menu yang disediakan di OTI Fried Chicken ini, karena OTI sendiri tersedia di wilayah Semarang, Salatiga ataupun Pantura. Jadi pengunjung di luar wilayah tersebut kurang familiar terhadap menu yang tersedia,” ungkapnya.
Dengan kisaran harga sekitar Rp10.000 hingga Rp35.000 per menu, OTI Fried Chicken menjadi salah satu pilihan yang mudah dijangkau berbagai kalangan, mulai dari atlet usia dini, pelajar, hingga keluarga yang mendampingi peserta kejuaraan. Kehadiran tamu dari berbagai daerah tidak hanya menghadirkan keramaian di ruang makan, tetapi juga mempertemukan beragam latar belakang dan cerita dalam satu meja.
Warung Makan Ikut Ketiban Rezeki
Peningkatan aktivitas tidak hanya dirasakan restoran modern. Rumah makan sederhana di sekitar stadion juga mengalami hal serupa. Rumah Makan Mantap Jiwa yang berada di kawasan Rendeng juga menjadi salah satu tujuan makan bagi atlet, official, maupun keluarga peserta kejuaraan.
Warung makan yang beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB itu mengusung konsep prasmanan, sehingga pengunjung dapat mengambil nasi dan sayur sesuai porsi yang diinginkan sebelum memilih lauk pendamping. Konsep tersebut membuat proses penyajian lebih cepat, terutama saat rombongan datang bersamaan setelah kegiatan di arena pertandingan.
Menu yang disajikan didominasi masakan rumahan, mulai dari ikan kutuk (gabus), ayam, lele, aneka sayur bening, lodeh, hingga berbagai pilihan sambal khas Nusantara. Di antara beragam pilihan tersebut, nasi dengan ikan kutuk dan sayur bening menjadi salah satu menu yang paling banyak dicari pelanggan. Hidangan sederhana dengan cita rasa rumahan itu menjadi pilihan bagi pengunjung yang menginginkan makanan hangat setelah menjalani aktivitas olahraga.
Pemilik Rumah Makan Mantap Jiwa, Edo, mengatakan waktu makan siang menjadi periode paling sibuk selama penyelenggaraan turnamen.

“Biasanya ramenya pas jam makan siang,” ujarnya.
Mayoritas pelanggan merupakan atlet, official, serta keluarga peserta yang datang dari berbagai daerah.Menurut Edo, penyelenggaraan kejuaraan berdampak terhadap peningkatan pendapatan usahanya.

“Iya bisa bertambah sampai 50 persen. Lumayan lah untuk tambah-tambah pendapatan,” ungkapnya.
Ia menilai manfaat tersebut juga dirasakan pelaku usaha lain di sekitar kawasan Rendeng.
“Sangat membantu, wilayah di sini semua rame,” katanya.
Dengan konsep makan prasmanan dan kisaran harga sekitar Rp10.000 untuk satu porsi nasi, sayur, dan lauk utama, Rumah Makan Mantap Jiwa menjadi pilihan yang mudah dijangkau berbagai kalangan. Harga yang terjangkau, penyajian yang cepat, serta lokasinya yang tidak jauh dari Supersoccer Arena membuat warung makan ini kerap dipilih rombongan atlet, pelatih, maupun keluarga peserta sebelum melanjutkan agenda pertandingan atau perjalanan pulang.
Kuliner Lokal Ikonis Jadi Primadona
Keramaian kawasan Rendeng juga diamati warga sekitar. Salah satunya Neni, pelanggan OTI Fried Chicken Rendeng yang hampir setiap pekan datang menikmati hidangan di sana.

Menurutnya, setiap ada event olahraga, suasana di sekitar stadion berubah. Jalan menjadi lebih ramai, area parkir cepat penuh, dan pedagang kaki lima dipadati pengunjung.
“Setahu saya ya ramai, apalagi di sekitar stadion. Tahun ini kan ada beberapa event. Setiap kali lewat di sini pasti ramai, apalagi kaki lima depan stadion itu pasti ramai,” katanya.
Sebagai warga Kudus, Neni melihat momen tersebut menjadi kesempatan memperkenalkan kuliner khas daerah kepada tamu dari luar kota.
“Kalau untuk sarapan itu lentog, paling rekomendasi,” ujarnya.
Selain lentog, ia juga menyebut sate kerbau dan soto kudus sebagai menu yang layak dicoba selama berada di Kota Kretek.
Pengalaman serupa dirasakan guru pendamping atlet MTs NU Banat Kudus, Nur Asma. Selama mengikuti kejuaraan, ia bersama rombongan lebih sering memilih tempat makan yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

“Karena lokasinya dekat, jalan kaki, tidak usah parkir dua kali,” katanya.
Padatnya jadwal pertandingan membuat efisiensi waktu menjadi pertimbangan utama.
“Selama event kami selalu di sini karena lebih dekat,” ujarnya.
Meski berasal dari Purwodadi, Nur Asma mengaku dapat menikmati cita rasa kuliner Kudus yang dikenal cenderung manis.
“Karena di Kudus makanannya cenderung manis, jadi saya menyesuaikan saja, dan itu tetap enak,” katanya.
Ia juga merekomendasikan soto kudus sebagai salah satu menu yang patut dicoba tamu dari luar daerah.
Coffee Shop Menjadi Ruang Interaksi Publik
Setelah mengisi kembali tenaga di rumah makan sekitar stadion, sebagian atlet, pelatih, official, maupun keluarga peserta memilih melanjutkan aktivitas di coffee shop sekitar Supersoccer Arena. Tempat-tempat tersebut tidak hanya menjadi lokasi menikmati minuman, tetapi juga ruang untuk beristirahat, berdiskusi, atau menunggu jadwal pertandingan berikutnya.
Pola itu semakin terlihat setiap kali kejuaraan nasional digelar di Supersoccer Arena. Kehadiran ribuan tamu dari berbagai daerah ikut meningkatkan aktivitas coffee shop di kawasan Rendeng, yang berkembang menjadi titik temu bagi atlet, pendamping, komunitas olahraga, hingga masyarakat.
Salah satunya adalah Sudut Jumpa (Suju) di Jalan Ekapraya Gang 3 Nomor 8, Rendeng, yang berjarak kurang dari satu kilometer dari Supersoccer Arena. Coffee shop yang beroperasi setiap hari pukul 09.00–22.30 WIB itu mengusung konsep creative space, menghadirkan ruang yang memadukan aktivitas menikmati kopi dengan berbagai kegiatan kreatif dan interaksi antarkomunitas.

Selain menikmati minuman, pengunjung dapat memanfaatkan sejumlah fasilitas seperti area melukis, permainan board game, hingga ruang yang kerap digunakan komunitas untuk berdiskusi maupun berkegiatan bersama. Konsep tersebut membuat Suju tidak hanya menjadi tempat singgah setelah pertandingan, tetapi juga ruang bertemu bagi atlet, pelatih, keluarga peserta, maupun masyarakat.
Leader Sudut Jumpa, Samuel, mengatakan sejak awal Suju memang dirancang sebagai ruang yang dapat digunakan berbagai kalangan.
“Kami ingin Sudut Jumpa menjadi tempat siapa saja bisa nongkrong, mengerjakan tugas, menggambar, bermain, bahkan mengedit video. Kami memilih lokasi dekat kawasan SSA supaya mudah dijangkau masyarakat dari mana saja, termasuk ketika ada event olahraga,” ujarnya.

Selain menyediakan beragam minuman berbasis espreso, Sudut Jumpa menggunakan house blend biji kopi lokal dari kawasan Lereng Gunung Muria dengan dominasi Arabika maupun perpaduan Arabika dan Robusta yang disesuaikan untuk menu-menu khas mereka. Racikan tersebut menjadi dasar berbagai menu signature yang banyak dipilih pelanggan.
Menurut Samuel, pengunjung sehari-hari berasal dari berbagai kelompok usia. Namun suasana berubah ketika Supersoccer Arena menjadi tuan rumah kejuaraan.

Ia beberapa kali melihat atlet, pelatih, hingga official datang setelah menyelesaikan aktivitas pertandingan.
“Kalau ada event olahraga pengunjung meningkat drastis. Sangat membantu UMKM seperti coffee shop kami. Semoga pelatih, atlet maupun masyarakat dari luar Kudus terus datang ke Suju,” katanya.
Racikan Minuman pun Ikut Mingle
Di balik meja peracik minuman, Barista Sudut Jumpa Rian Wildan Ramadhan mulai mengenali kebiasaan pelanggan yang datang selama event olahraga berlangsung.

Menurutnya, menu yang paling banyak dipesan bukan hanya kopi hitam, tetapi juga racikan khas seperti Cremosa, Pragola, dan Banano. Ketiga menu tersebut menjadi pilihan favorit pengunjung, termasuk atlet yang datang selepas pertandingan. Cremosa menawarkan tekstur yang lebih lembut, sementara Banano memadukan espreso dengan cita rasa manis. Beragam minuman itu tersedia dengan kisaran harga Rp25.000 hingga Rp50.000.
“Kalau ada atlet paling sering pesan Cremosa, Pragola, atau Banano. Cremosa ini racikan sendiri, lebih creamy dan bisa disesuaikan tingkat manis maupun tambahan kopinya. Saat ada event di SSA suasananya jauh lebih ramai karena banyak tamu dari luar Kudus,” jelasnya.
Naura Zalfa Nashira mengatakan tempat tersebut nyaman untuk belajar maupun berkumpul bersama teman.

“Tempatnya nyaman, fasilitasnya lengkap, ada AC, outdoor juga adem. Kadang habis olahraga saya lihat komunitas lari mampir ke sini ngobrol-ngobrol. Ada juga fasilitas painting dan lego, jadi betah,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Keyla Dwi Ramadani.

“Sering lihat komunitas olahraga habis lari kumpul di sini. Waktu ada event di SSA juga pernah lihat pelatih sama atlet nongkrong di sini,” katanya.
Sebelum dan Sesudah Tanding, Nongkrongnya di Coffee Shop
Tidak jauh dari kawasan Supersoccer Arena, Bloomon Coffee and Space juga merasakan meningkatnya aktivitas pengunjung setiap kali kejuaraan olahraga digelar. Berlokasi di Jalan Mayor Kusmanto, Rendeng, Kecamatan Kota Kudus, coffee shop yang buka setiap hari pukul 09.00–22.00 WIB itu menjadi salah satu pilihan keluarga atlet maupun tamu dari luar daerah untuk beristirahat setelah mengikuti rangkaian pertandingan.

Bloomon mengusung konsep ruang berkumpul yang ramah keluarga. Area duduk yang luas, suasana yang tenang, serta tersedianya colokan listrik di berbagai sudut membuat coffee shop ini tidak hanya dimanfaatkan untuk menikmati makanan dan minuman, tetapi juga sebagai tempat bekerja dengan laptop, belajar, membaca buku, maupun menunggu jadwal pertandingan berikutnya.

Owner Bloomon, Lisa, mengatakan bangunan yang kini menjadi coffee shop tersebut sebelumnya merupakan gudang yang kemudian diubah menjadi ruang berkumpul bagi berbagai kalangan dengan suasana yang nyaman.
“Kalau Bloomon sendiri konsepnya family. Bangunan ini dulunya gudang, daripada dibiarkan kosong akhirnya kami manfaatkan menjadi coffee shop,” ujarnya.
Menurut Lisa, penyelenggaraan berbagai kejuaraan di Supersoccer Arena membawa dampak positif terhadap aktivitas usahanya. Selama kompetisi berlangsung, banyak orang tua atlet memanfaatkan waktu menunggu dengan beristirahat sambil menikmati makanan dan minuman di Bloomon.
Lisa berharap penyelenggaraan event olahraga di Kudus terus berlanjut sehingga semakin banyak tamu dari berbagai daerah yang berkunjung dan memberikan dampak bagi pelaku usaha lokal.
“Semoga kedepan semakin banyak pengunjung event yang mampir sehingga usaha-usaha lokal seperti kami juga ikut berkembang,” harapnya.

“Event yang berada di SSA cukup bagus untuk coffee shop kami karena banyak orang tua yang mengantarkan anaknya lomba datang ke sini,” katanya.
Ia berharap semakin banyak kejuaraan olahraga diselenggarakan di Kudus sehingga pelaku UMKM terus memperoleh manfaat.

“Semoga kedepan semakin banyak pengunjung event yang mampir sehingga usaha-usaha lokal seperti kami juga ikut berkembang,” harapnya.
Barista Bloomon, Gladis Naila, mengatakan keramaian biasanya mulai terasa sejak siang hingga menjelang petang.

Selain orang tua peserta, atlet juga kerap datang seusai pertandingan untuk menikmati berbagai menu andalan seperti Dirty Latte, Bloomon Shaken dan Aren Coffee. Menurut Barista Bloomon, Gladis Naila, keramaian biasanya mulai terasa sejak siang hingga menjelang petang. Bahkan, tidak sedikit atlet yang memilih berjalan kaki dari lokasi pertandingan menuju coffee shop tersebut.
“Ada banyak adik-adik atlet yang datang, jadi ramai. Bahkan ada yang jalan kaki dari lokasi event ke sini. Biasanya keramaian mulai terasa sejak siang sampai menjelang magrib,” ujarnya.
Selain menjadi tempat berkumpul keluarga, Bloomon juga menyajikan beragam pilihan minuman berbasis kopi. Untuk menu manual brew dan cold brew, Bloomon menggunakan biji kopi Arabika, di antaranya Gayo dan Flores Bajawa. Sementara itu, kopi tradisional diracik menggunakan perpaduan Robusta, sedangkan menu berbasis espreso memanfaatkan house blend untuk menghasilkan karakter rasa yang seimbang. Beragam pilihan tersebut dapat dinikmati dengan kisaran harga sekitar Rp25.000–Rp50.000 per orang.

Ragam menu dan suasana yang ditawarkan membuat Bloomon menjadi salah satu tempat persinggahan setelah pertandingan. Sebagian pengunjung datang untuk menikmati secangkir kopi sambil beristirahat, sementara yang lain memanfaatkan waktu untuk berbincang bersama keluarga, pelatih, maupun sesama atlet sebelum kembali ke arena kompetisi.
Usaha Lokal Terus Bergerak
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Abdul Halil, menilai berkembangnya rumah makan dan coffee shop di sekitar Supersoccer Arena menunjukkan bahwa penyelenggaraan olahraga turut menggerakkan sektor lain.

Menurutnya, budaya menikmati kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sehingga keberadaan coffee shop dapat melengkapi pengalaman tamu yang datang ke Kudus.
“Coffee shop sekarang sudah menjadi gaya hidup. Sangat bisa mendukung sports tourism karena tamu dari berbagai daerah tentu juga mencari tempat berkumpul seperti ini. Dampaknya kembali kepada pelaku usaha dan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kudus,” jelasnya.

Ia berharap semakin banyak kejuaraan olahraga berskala nasional maupun internasional digelar di Kudus agar manfaat ekonomi semakin luas dirasakan masyarakat.
“Harapan kami tidak hanya satu event, tetapi semakin banyak kejuaraan olahraga digelar di Kudus. Dengan begitu Kudus semakin dikenal masyarakat Indonesia bahkan dunia, sementara hotel, homestay, coffee shop, UMKM, kuliner, hingga destinasi wisata ikut tumbuh bersama,” pungkasnya.
Gairah Ekonomi di Sports Tourism

Berbagai kejuaraan yang digelar di Supersoccer Arena menunjukkan bahwa aktivitas olahraga mampu menghadirkan dampak ekonomi yang melampaui arena pertandingan. Sepanjang 2026, kawasan ini menjadi lokasi penyelenggaraan sejumlah ajang nasional, mulai dari MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026, HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026, MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026, MilkLife Archery Challenge Kejuaraan Nasional Panahan Junior 2026, hingga Srikandi Merdeka Cup 2026, turnamen sepak bola putri kelompok umur U-16 yang diikuti tujuh negara, yakni Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi.
Setiap penyelenggaraan kejuaraan menghadirkan pergerakan baru bagi kawasan Rendeng. Kehadiran atlet, pelatih, official, keluarga peserta, hingga penonton menciptakan kebutuhan akan akomodasi, konsumsi, transportasi, serta ruang-ruang berkumpul. Kondisi tersebut membuka peluang bagi rumah makan, coffee shop, hotel, homestay, dan pelaku UMKM untuk menjadi bagian dari ekosistem sport tourism yang tumbuh di Kudus.
Bagi pelaku usaha lokal, nilai sebuah kejuaraan tidak berhenti pada ramainya pertandingan. Di balik setiap agenda olahraga, terdapat perputaran aktivitas ekonomi yang berlangsung di luar stadion. Rumah makan menjadi tempat mengisi kembali tenaga selepas bertanding, sementara coffee shop berkembang sebagai ruang bertemu, berdiskusi, dan beristirahat.
Pola inilah yang memperlihatkan bahwa sports tourism tidak hanya menghadirkan pengalaman olahraga, tetapi juga memberi ruang bagi ekonomi lokal untuk tumbuh bersama setiap penyelenggaraan kejuaraan. (ITN/BROR/mainkekudus)